POTRET MASA GITU : SMK

Banyak hal yang bisa diceritakan, banyak hal pula yang menjadi sebuah pengalaman. Setelah artikel mengenai potret masa kecil ketika SD dan SMP. Jadi sekarang saya akan menceritakan mengenai hal-hal yang terjadi ditingkat SMA. Mau dibilang potret masa kecil, tapi udah SMA, jadi maksudnya mungkin disini author mau bercerita sedikit mengenai pengalaman author selama masuk SMA.


1.                                                   Pengenalan Lingkungan Sekolah

Nah disini author akan membawa kalian pada sebuah awal dimana author baru masuk sekolah, kalo dulu dikenal dengan istilah MOS, maka sekarang dikenal dengan PLS. mungkin kesan MOS itu lebih kepada masa-masanya senior bales dendam ke junior, itu yang lebih sering dikaprahkan oleh banyak orang, maka dari itu istilah MOS dihilangkan dan digantikan dengan masa dimana siswa mengenal lingkungan yang ada di sekolah, mulai dari ruangan tempat belajar, guru yang mengajar sampai tukang cleaning service harus dikenal. Ribet ya? Maklumlah namanya murid baru harus mengenal sesuatu yang asing dari tempat berpijaknya. Oh iya author belum menyebutkan dimana author bersekolah ya? Okeh jadi author sekolah di salah satu yayasan swasta yang ada dikuningan yaitu SMK Pertiwi Kuningan. Lokasinya dijalan Cirendang-Kasturi. Mungkin bagi kalian yang belum mengenal tempatnya kalian bisa main-main kesana dan bisa searching lewat GMaps.
Nah jadi itu sekilas mengenai umumnya author bersekolah. Author yakin kalian juga merasakan hal yang sama saat kalian baru pertama kali masuk ke sekolah baru, rasanya itu pasti terasa asing ditambah lagi harus bergaul dengan teman-teman yang cakupannya lebih luas dari tempat saat SMP, dan disanalah kita harus beradaptasi mengenai lingkungan yang ada di sekolah. Awalnya author takut dan bingung saat masuk sekolah tersebut, karena banyak yang mengatakan bahwa jika author masuk sekolah tersebut, pasti author bisa masuk dalam pergaulan yang tidak wajar, sontak hal tersebut semacam membuat diri author merasa minder, malu karena jujur saat author masuk sekolah tersebut, orang tua author yang mengajukan dan author sempat menolak, tapi mau bagaimana lagi keadaan yang membuat author akhirnya memilih untuk bersekolah ditempat tersebut, banyak yang mengatakan juga untuk apa sekolah di swasta. Dari situlah author merasa bahwa author harus tunjukkan bahwa bisa bergaul dengan sehat tanpa terbawa pengaruh yang negative dan author juga harus punya prestasi yang baik disekolah walaupun banyak orang yang memandang dengan sebelah mata saat author masuk sekolah tersebut.
Menurut author sekolah mau dimanapun sama saja, tergantung kita yang bersekolah berniat baik atau tidak. Maka dari itu author mencoba bangkit dengan segala kritikan yang membuat author harus terjatuh dan author harus tunjukkan bahwa segala kritikan itu salah.

2.                                   Mengagumi Seseorang

           Diusia tingkatan SMA/SMK ini memang masa-masa dimana bergejolaknya cinta *aseek. jangan salah juga masa ini dimana masa saling egois dan labil hingga menimbulkan banyak emosional yang bisa merugikan. Jika di tv ada film “Ada Cinta Di SMA” noh kalo SMK gimana? Seperti yang banyak di perbincangkan melalui Meme Komik bahwa SMK kalah dipercintaan. Mungkin menurut author jawabannya bisa ya bisa tidak. Ya? Karena mungkin murid yang ada di SMK biasanya selalu dominan baik itu dominan oleh perempuan atau dominan oleh laki-laki. Nah kalo di author itu dominannya oleh anak laki-laki, jadi maksud kalah percintaan disini mungkin si jalunya kekurangan cewek karena disekolahnya cewek cuman punya jumlah yang pas-pasan. Tidak? Mungkin bagi sekelompok murid SMK yang sudah memiliki pasangan baik indoor maupun outdoor wkwk, mereka merasa tidak kalah dalam percintaan. Kenapa? Ya karena udah punya pasangan. Seperti halnya saat dimana yang author rasakan saat kelas 1, ya karena artikel ini memuat mengenai pengalaman, terpaksa lah author harus menceritakan -_-. Saat kelas 1 SMK author memang mengaku memiliki pasangan, tapi sekarang ya mau gimana lagi udah single kembali wkwk. Okeh jadi gini author punya laki saat mau memasuki semester 2 jadi yang waktu libur juga udah masuk punya pacar, jujur ya author typical cewe yang kalo udah sayang mau putus juga susah mau selingkuh juga boro-boro kepikiran, nah dari situ author sayang banget dengan seseorang yang tentu author kagumi dan miliki. Dan saat itu pacar author kelas 3 jadi otomatis UN terus lulus.
               Saat setelah perpisahan kelulusan, author jarang yang namanya kabar-kabaran (kaya berita gossip :v) ya intinya gitu deh lost contact. Author mencoba sabar dan menunggu karena pikirnya mungkin lagi sibuk. Akhirnya setelah saat author sering liat dia update tapi ga pernah ngehubungin author dari situ author merasa kaya udah ga dipeduliin lagi. setelah itu dengan keadaan seperti itu, author merasa udah gak ada gunanya memperjuangin dan akhirnya, I know, you understand what I say?.
Dan saat semenjak kejadian itu author vakum sampe lulus untuk berhubungan dengan lawan jenis manapun, karena sejujurnya author pengen serius tapi mau gimana lagi mungkin bukan takdir. Dan author bisa simpulkan bahwa segala sesuatu yang bersama selalu diiringin dengan perpisahan yang ada, mau bagaimana pun kita berjuang karena sejatinya takdirlah yang pasti menentukan.
Seperti halnya di film “Assalamuailakum Beijing” – “jika tak kau temukan cinta, maka cinta yang akan menemukanmu”.

              Tak Terlepas Dari Persahabatan



            Dimana ada sekolah disitu ada pertemanan. Yap, lalu apa bedanya persahabatan dan pertemanan? Jelas beda. Jika teman hanya sebatas bergaul tanpa melibatkan susah dan senang satu sama lain, tapi sahabat adalah malaikat sejatimu yang siap memelukmu, menenangkanmu dalam kondisi dan situasi apapun mereka selalu ada dipaling depan dan urusanmu adalah urusan sahabatmu juga. Bisa bayangkan, banyak saat ini teman lama dilupakan oleh teman baru. Saat kamu menemukan teman yang baru, ingatlah teman lamamu bahkan ingatlah sahabatmu, mereka adalah manusia yang ditakdirkan setia kepadamu.
         Author selama SMP mungkin tidak banyak menemukan sahabat tapi saat memasuki SMK author memiliki sahabat yang saling melengkapi dan sifat dan tabiat yang dimilki masing-masing. Sejelek apapun sifat sahabat author tapi author yakin mereka adalah manusia pilihan terbaik yang Allah berikan pada author yang siap mengahadapi susah dan senang bersama. Maka author tidak bisa bayangkan setelah kita sama-sama lulus dan telah berjuang selama 3 tahun lamanya, kita suatu saat harus berpisah dan menempuh jalan masing-masing tapi author berharap bahwa persahabatan ini akan berlangsung selamanya.

        Maka dari itu karena author masih kelas 2 jadi banyak pengalamannya dan ceritanya itu saat kelas 1. Di kelas 2 ini author setelah lebaran nanti akan PKL (Praktek Kerja Lapangan), karena memang pendidikan SMK ditempuh untuk siap bekerja jadi saat ini author hanya bisa berdoa bahwa author bisa lulus dengan hasil maksimal dan mendapat pekerjaan yang layak dan jika ada rezeki author ingin sekali melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi dan bagi para readers mudah-mudah segala asa dan cita bisa terwujud secara bersama Aamiin.

Demikian yang dapat author ceritakan, kurang nya author mohon maaf dan untuk lebihnya bisa kalian simpan di diri kalian masing-masing. Terima kasih atas kunjungannya, semoga dapat menginspirasi. Don’t forget to comment, like, follow and share. Thankuy!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »